Archive

Posts Tagged ‘positif’

Ambivasi

June 4, 2011 2 comments

Ada kalanya semua yang terjadi dalam hidup sama sekali tidak ada yang sejalan dengan rencana. Entah itu di dalam pekerjaan, hubungan sosial dengan teman-teman, keuangan, apalagi asmara. Everything is so unright.

Tipis perbedaan antara motivasi dan ambisi. Sama-sama ingin mencapai sesuatu. Sama-sama bekerja keras untuk memperoleh sesuatu. Sama-sama bertujuan untuk mendapatkan sesuatu. Lantas, apa perbedaannya?

Apabila motivasi mampu membawa seseorang untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan energi positif, lain halnya dengan ambisi yang memiliki kecenderungan melakukan apa saja yang diperlukan meskipun itu adalah negatif. Motivasi adalah memandang kompetitor lain sebagai teman dalam bersaing. Sedangkan ambisi–hampir bisa dipastikan–pesaing lain adalah musuh yang sebisa mungkin dihalangi untuk mencapai keberhasilan.

Hemm.. Sebenarnya saat ini saya sedang menata ulang hati dan diri saya. Apakah memiliki motivasi? Ataukah ambisi yang sedang berbicara? Saya pun belum memiliki keberanian untuk mengakui kalau pun ternyata itu adalah ambisi. Hmm.. Dibalik sifat diri saya, ternyata masih jauh dari tulus dan ikhlas untuk menerima bahwa ‘tidak baik untuk memiliki ambisi’.

Apa sebenarnya yang aku kejar?
Apa sebenarnya yang aku inginkan?

Butuh waktu untuk merenungi diri, memastikan hati untuk menjawab dengan jujur kepada diri sendiri atas pertanyaan-pertanyaan itu.

“Yang luput dari diri kita adalah sesuatu yang bukan milik kita & apa yang akan mengenai kita tidak akan meleset dari diri kita juga.” -fb temen-

.

Regards,
-elvitria-

Advertisements

Taxi “Ajaib” Hari Ini

March 3, 2010 4 comments

Saya baru saja turun dari bus di Bungurasih. Seperti biasa saya langsung ‘pasrah’ aja dengan supir-supir taxi yang udah standby di tempat para penumpang turun dari bus untuk ‘jemput bola’. Cukup beberapa magic words yaitu “Taxi Argo, mbak..” dan saya pun setuju saja untuk ikut si supir dan secara resmi saya SAH menjadi customer dia malam ini. Mungkin malah customer satu-satunya kali ya, mengingat ketatnya persaingan untuk mendapatkan penumpang di terminal ini.

Tanpa disangka-sangka, taxi yang saya naiki kali ini cukup ‘ajaib’.. Mulai dari saya melihatnya, menaikinya, dan selama perjalanan bersamanya. Inilah beberapa “keajaiban” taxi kali ini:
1. Taxinya amat sangat jelek. Tapi ya mau gimana lagi ya, supir taxi jelek juga manusia, butuh makan dan menafkahi keluarga.
2. Tiba-tiba ada temen si supir taxi yang tau-tau masuk ke dalam taxi lalu nebeng sampe setengah jalan ke rumah saya. Sempet heran, bingung sejenak dengan keanehan yang seumur-umur baru kali ini saya alami. Selain itu, sebagai bonus mereka berdua sepanjang jalan saling curhat gitu deh.. Saya aja sampe menangkap kisahnya bahwa si penumpang gelap sedang bingung tentang istri-istrinya. Yapp, bingung karena memiliki dua istri. Fiuhhh..sabar ya,pak ‘penumpang gelap’..
3. Tepat saat si ‘penumpang gelap’ itu turun di daerah Jalan Diponegoro, dia masih sempat mengucapkan “Makasih ya, mbak..” dengan begitu sopan. Dan saya pun reflek menjawab dengan ramah “Iya, pak..” Ohh..indahnya dunia ini..hehe..
4. Full AC (Angin Cendela). Pas saya tanya kenapa nggak pake AC, dijawab dengan polosnya, “Iya mbak, tadi temperaturnya naik waktu saya nyalakan. Jadi saya khawatir..” Dalam hati sempet khawatir juga, waduh gimana kalo ada apa-apa di tengah jalan? Tapi herannya, sekali lagi saya tetap enjoy dengan situasi ini. Padahal tadi di sepanjang perjalanan Pasuruan-Surabaya saya dapet bus non-AC tuh. Jadi berharap ngadem di taxi.. Tapi ya nggak papa deh.. Mungkin tema hari ini adalah “Tanpa AC”. Hehe..

Hemm.. Cerita panjang lebar ini sebenernya hanya mengarah ke satu pelajaran bagi diri saya sendiri. Hikmah: “Bila kita selalu berpikir dan bersikap positif, semua hal akan terasa menyenangkan seburuk apapun itu.”

So, be positive, guys.. Good things always come for those who expect for it.

Cheers,
-el-