Archive

Posts Tagged ‘musibah’

Confined Space

April 26, 2013 1 comment

Confined Space

Istilah confined spaceĀ alias ruang sempit ini saya dengar ketika saya masih bekerja di perusahaan sebelumnya yang bergerak di bidang pertambangan migas. Tapi kali ini bukan tentang ruangan secara fisik yang mau saya bahas.. tapi tentang kehidupan.

Hahhh.. lagi pelik banget nih rasanya hidup. Sempit. Susah gerak. Yah memang roda hidup berputar.. dan kali ini lagi agak-agak di bawah nih sepertinya. Tapi di balik itu semua tersimpan satu kejutan kecil yang menanti saya dan suami. Di balik semua tumpukan masalah demi masalah yang terjadi dalam hidup, sang calon buah hati sudah sibuk dengan tendangan dan sikutannya dan bahkan sudah standby dalam posisinya yang akan segera lahir ke dunia beberapa minggu lagi.

Ya beginilah hidup.. harus seimbang berbagai aspeknya. Biarpun sempit di satu aspek, tapi luas di aspek lainnya. Hidup saya sedang terasa sesak, tapi rejeki terbesar dalam hidup sedang menanti kami. Alhamdulillah ya Allah.. Semoga kami menjadi umat-Mu yang senantiasa bersyukur dalam kesenangan maupun kesusahan.

.

Regards,

Intan

Berat

June 17, 2010 Leave a comment

Semuanya,

ijinkan saya membuang sampah hati yang sudah menumpuk dan akan terus bertambah entah ia dibuang atau tidak..

Saya begitu sedih, begitu marah, namun marah ini tidak akan mungkin mampu memenangkan sesuatu. Saya sangat gelisah, saya merasa hampa, saya perlu uluran tangan, namun setiap orang yang membantu saya justru akan ikut terpercik dan hangus saat ia menyentuh saya. Tentu saya tidak boleh egois.. Biarkan apa yang membara ini membakar diri tanpa perlu mengorbankan orang lain yang tak bersalah. Setiap sumbangan pemikiran dan bantuan yang ingin mereka tunjukkan kepada saya, cukup membuat hati yang tergerus emosi ini sejuk kembali karena saya tahu betapa besar kasih dan peduli yang mereka pendam untuk saya. Tapi untuk melilitkan tali masalah kendatipun hanya seujung jari tangan mereka, itu yang saya tak ingin.

Berat.

Tak tahan (sesungguhnya) dengan segala apa yang harus saya hadapi beberapa kurun waktu ini. Namun saya bukan selembar tissue yang akan hancur terkena gerimis. Saya lebih dari itu. Saya kuat. Bukankah begitu? Bukankah tak mungkin Yang Kuasa memikulkan pundi-pundi musibah tanpa mengukur bahu yang akan menopangnya?

Allah SWT.. Hamba yakin akan kuasa-Mu.. Segenap duri dalam hidup ini akan Kau ganti dengan indahnya buah yang ranum setelah hamba buktikan bahwa hamba mampu bersabar melewati semuanya..

Terima kasih ya, Allah.. karena tanpa dihadang susah, mata hati ini akan terbungkam oleh suka fana yang berkelimpahan, dan terkhilaf untuk berdoa dalam sujud ke hadirat-Mu..

.

Kuatkan aku, Allah..

-int-