Archive

Posts Tagged ‘hidup’

Confined Space

April 26, 2013 1 comment

Confined Space

Istilah confined spaceĀ alias ruang sempit ini saya dengar ketika saya masih bekerja di perusahaan sebelumnya yang bergerak di bidang pertambangan migas. Tapi kali ini bukan tentang ruangan secara fisik yang mau saya bahas.. tapi tentang kehidupan.

Hahhh.. lagi pelik banget nih rasanya hidup. Sempit. Susah gerak. Yah memang roda hidup berputar.. dan kali ini lagi agak-agak di bawah nih sepertinya. Tapi di balik itu semua tersimpan satu kejutan kecil yang menanti saya dan suami. Di balik semua tumpukan masalah demi masalah yang terjadi dalam hidup, sang calon buah hati sudah sibuk dengan tendangan dan sikutannya dan bahkan sudah standby dalam posisinya yang akan segera lahir ke dunia beberapa minggu lagi.

Ya beginilah hidup.. harus seimbang berbagai aspeknya. Biarpun sempit di satu aspek, tapi luas di aspek lainnya. Hidup saya sedang terasa sesak, tapi rejeki terbesar dalam hidup sedang menanti kami. Alhamdulillah ya Allah.. Semoga kami menjadi umat-Mu yang senantiasa bersyukur dalam kesenangan maupun kesusahan.

.

Regards,

Intan

Ambivasi

June 4, 2011 2 comments

Ada kalanya semua yang terjadi dalam hidup sama sekali tidak ada yang sejalan dengan rencana. Entah itu di dalam pekerjaan, hubungan sosial dengan teman-teman, keuangan, apalagi asmara. Everything is so unright.

Tipis perbedaan antara motivasi dan ambisi. Sama-sama ingin mencapai sesuatu. Sama-sama bekerja keras untuk memperoleh sesuatu. Sama-sama bertujuan untuk mendapatkan sesuatu. Lantas, apa perbedaannya?

Apabila motivasi mampu membawa seseorang untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan energi positif, lain halnya dengan ambisi yang memiliki kecenderungan melakukan apa saja yang diperlukan meskipun itu adalah negatif. Motivasi adalah memandang kompetitor lain sebagai teman dalam bersaing. Sedangkan ambisi–hampir bisa dipastikan–pesaing lain adalah musuh yang sebisa mungkin dihalangi untuk mencapai keberhasilan.

Hemm.. Sebenarnya saat ini saya sedang menata ulang hati dan diri saya. Apakah memiliki motivasi? Ataukah ambisi yang sedang berbicara? Saya pun belum memiliki keberanian untuk mengakui kalau pun ternyata itu adalah ambisi. Hmm.. Dibalik sifat diri saya, ternyata masih jauh dari tulus dan ikhlas untuk menerima bahwa ‘tidak baik untuk memiliki ambisi’.

Apa sebenarnya yang aku kejar?
Apa sebenarnya yang aku inginkan?

Butuh waktu untuk merenungi diri, memastikan hati untuk menjawab dengan jujur kepada diri sendiri atas pertanyaan-pertanyaan itu.

“Yang luput dari diri kita adalah sesuatu yang bukan milik kita & apa yang akan mengenai kita tidak akan meleset dari diri kita juga.” -fb temen-

.

Regards,
-elvitria-

Menyaksikan Mereka Bahagia

October 12, 2010 7 comments

Just a little note.. Seeing friends and any other people around me finally found their happiness..

Akhir-akhir ini sering banget dapet kabar bahagia dari temen.. Satu dari mereka akhirnya menikah, satu dari mereka akhirnya memperoleh pekerjaan idaman, satu dari mereka ada yang baru saja bertunangan, satu dari mereka ada yang baru aja jadian.

Oh dear friends, I’m so happy for you, guys.. Akhirnya satu chapter penting dalam hidup kalian telah menghampiri dengan indahnya.. Semoga kalian selalu berbahagia ya..

Tapi tak munafik, apa yang terkabar dari mereka akan menjadi satu trigger pertanyaan kecil dalam hatiku.

Kapan giliranku?


Hmm.. Secara teori sih, pekerjaan yang saya jalani sekarang ‘belum’ merupakan destinasi yang membanggakan. Pacar? Tunangan? Apalagi pernikahan?? Huaaa.. One of the most unanswered question of the centuries! Haha..

Tapi yah.. Kali ini nggak ngoyo kok.. Sedang menikmati hidup yang serba ‘pas’ apa adanya. Masih mengejar secercah mimpi.. Berlari kecil sambil menari, di tengah rindangnya belukar sepanjang perjalanan..

Masih banyak yang harus kulakukan sebelum ke episod itu..

..

Regards,

-int-

Memaknai Cinta

September 23, 2010 1 comment

Satu lagu sedang bergema dalam telinga dan pikiran saya. Bahkan, tulisan ini saya buat dengan diiringi lagu tersebut. Sebuah komposisi lama dari Sherina, Jalan Cinta, yang merupakan soundtrack film fenomenal beberapa tahun lalu, Ayat-Ayat Cinta. Secara harmoni, aransemen lagu ini memang luar biasa menurut saya. String yang kental, bernafaskan irama lagu Mesir, membalut lirik dengan makna mendalam pada lagu ini.

Ada sepenggal bait yang menggetarkan–menurut saya:

Ampun yang engkau pinta dalam semua keraguan yang telah meliputi jiwamu
Semoga akan membawa cintamu pada diriku dalam jalan dan ridho-Nya

Begitu agung cinta dilafaskan. Begitu dalam arti yang tersimpan.

Saya, wanita, seorang perempuan, inginkan dengan sangat cinta seperti itu. Cinta yang terasa dalam lingkup suci sebagai berkah. Cinta yang terhembus dalam nadi atas barokah dari Maha Cinta. Karena berlebihan dalam mencintai makhluk juga suatu langkah yang salah. Bukan makhluk yang harus dicintai lebih dahulu, akan tetapi Sang Pencipta; di atas segalanya.

Perjalanan hidup yang saya jalani hingga detik ini masih keliru dalam menempatkan cinta. Cinta kepada seseorang, cinta kepada makhluk, cinta kepada fana. Bukan berarti bahwa saya telah melangkah dengan benar saat ini, bukan. Saya hanya mencoba mencari makna atas apa yang telah terlewatkan.

Amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. -HR Bukhari-

Dan sedikit torehan kata yang saya tulis kali ini, semoga mampu menjadi sebutir amalan yang mampu mendorong saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena sesungguhnya tidak akan dihidupkan manusia di dunia ini, melainkan untuk beribadah kepada-Nya.

Insya Allah.

Regards,

-int-

Roda Hidup Sedang Berputar

May 26, 2010 2 comments

Roda hidup sedang berputar

Dan kali ini membuatku percaya bahwa ia memang benar-benar berputar

Segala yang kupaksakan di hari kemarin

Yang telah aku ikhlaskan di kemudian hari

Semua kembali dengan sukarela di hadapanku

Hei, dulu aku pernah mengejar mereka

Aku pernah mencari sejuta cara untuk memperolehnya

Namun memang belum waktunya,

dan tidak ada kehendak Allah di dalamnya

Sehingga sekeras apapun dipertahankan, ia tak akan bisa tercanang di sana

Dan roda hidup sedang berputar

Kini setelah aku pasrahkan segalanya

Datanglah mereka dengan sendirinya

Kuyakini dengan satu tujuan segenapnya:

Agar ku tanamkan rasa syukurku dan pasrahku,

hanya kepada-Nya Maha Penentu Segalanya

.

written between unexpected circle in time

-int-

Ketika Karma Tiba

February 20, 2010 Leave a comment

Dan inilah saya. Menyangka dan merasa karma itu tiba. Sepotong demi sepotong hari yang terjalani dan tertenun menjadi satu lembar eksposisi di dalam narasi hidup. Cermin yang hanya mampu memantulkan refleksi situasi diri, namun tiada daya untuk merubah apa yang terlanjur terjadi.

Apa yang saya miliki, apa yang saya jalani, tempat yang saya pijaki, saya mampu berdiri tegak disini. Mandiri. Satu kata ini yang coba saya selami di titik ini. Namun ketika tiba saatnya harus beradu dengan hati, saya sadari ini adalah satu titik lemah bagaikan tombol pemutus aliran listrik yang akan memadamkan cahaya lampu ketika ia ditekan.

Dan ada apa dengan karma?

Saya percaya dunia ini penuh dengan keseimbangan. Keadilan. Benih yang kita sebar, itu pula lah yang akan kita semai.

Wahai hati yang pernah atau mungkin masih tersakiti, ijinkan saya datang untuk bersimpuh memohon ketulusan maaf darimu. Saya begitu kerdil mengira bahwa hati mudah mencintai dan mudah untuk pergi. Namun pada kenyataannya, tanaman yang tercabut hingga ke akarnya akan meninggalkan bekas di tanah. Luka goresan di tangan akan meninggalkan suatu tanda di permukaan kulit. Dan hati yang mampu merasa sejuta rasa, tidak akan mungkin ia terluka tanpa meninggalkan suatu pedih disana.

Dan saya berusaha agar saya tidak terkena karma. Meskipun karma terbesar adalah ketentuan Dia Yang Maha Adil, namun saya percaya ini harus saya lakukan. Hanya beberapa kata tidak berarti yang hampir nihil kemungkinannya untuk tersampaikan kepada seseorang yang dituju, namun ia meringankan hati untuk melepaskan suatu beban yang selama ini menggantung di sudut pikiran.