Archive

Posts Tagged ‘arti’

Siap Bertemu, Siap Berpisah

December 17, 2010 Leave a comment

Mulai kupahami setitik arti dari semua ini

Bukan tentang pertemuan, bukan tentang perpisahan

Kusyukuri saat kita berjumpa

Kenapa harus menyesali saat tiba waktunya berpisah?

Skenario terbaik adalah milik Sang Pencipta

Tugas kita hanyalah mengambil sikap sesuai tuntunan-Nya

Kalau boleh jujur, takut kehilangan itu pasti

Tetapi mungkin di situlah pelajaran terpenting

Mengenai sabar dan ikhlas atas ketentuan Maha Kuasa

Ya Allah..

Kuatkan hamba dalam perjalanan kali ini, Ya Rabb..

Ringankanlah hatiku untuk selalu berserah atas segala yang Kau putuskan

.

17122010

-Hamba-Mu-

Memaknai Cinta

September 23, 2010 1 comment

Satu lagu sedang bergema dalam telinga dan pikiran saya. Bahkan, tulisan ini saya buat dengan diiringi lagu tersebut. Sebuah komposisi lama dari Sherina, Jalan Cinta, yang merupakan soundtrack film fenomenal beberapa tahun lalu, Ayat-Ayat Cinta. Secara harmoni, aransemen lagu ini memang luar biasa menurut saya. String yang kental, bernafaskan irama lagu Mesir, membalut lirik dengan makna mendalam pada lagu ini.

Ada sepenggal bait yang menggetarkan–menurut saya:

Ampun yang engkau pinta dalam semua keraguan yang telah meliputi jiwamu
Semoga akan membawa cintamu pada diriku dalam jalan dan ridho-Nya

Begitu agung cinta dilafaskan. Begitu dalam arti yang tersimpan.

Saya, wanita, seorang perempuan, inginkan dengan sangat cinta seperti itu. Cinta yang terasa dalam lingkup suci sebagai berkah. Cinta yang terhembus dalam nadi atas barokah dari Maha Cinta. Karena berlebihan dalam mencintai makhluk juga suatu langkah yang salah. Bukan makhluk yang harus dicintai lebih dahulu, akan tetapi Sang Pencipta; di atas segalanya.

Perjalanan hidup yang saya jalani hingga detik ini masih keliru dalam menempatkan cinta. Cinta kepada seseorang, cinta kepada makhluk, cinta kepada fana. Bukan berarti bahwa saya telah melangkah dengan benar saat ini, bukan. Saya hanya mencoba mencari makna atas apa yang telah terlewatkan.

Amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. -HR Bukhari-

Dan sedikit torehan kata yang saya tulis kali ini, semoga mampu menjadi sebutir amalan yang mampu mendorong saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena sesungguhnya tidak akan dihidupkan manusia di dunia ini, melainkan untuk beribadah kepada-Nya.

Insya Allah.

Regards,

-int-