Archive

Posts Tagged ‘Allah’

Secangkir Kopi

September 3, 2012 2 comments

Selamat pagi..
Hari ini saya sampai di kantor agak sedikit lebih pagi. Suatu kebanggaan (walaupun hanya lebih pagi 30 menit dari biasanya..LOL) bagi saya yang udah dicap si bos suka dateng siang x). Menikmati secangkir kopi meski enggak modal–alias minta temen–rasanya sedap banget. Dan dengan kenikmatan adanya waktu luang tentunya, karena kemaren seharian kerjaan sudah saya babat habis-bis.

Sambil nyeruput kopi hangat, memikirkan kembali hidup yang sedang saya jalani. Saya sudah menikah lho, btw. Jadi inget punya utang cerita kronologi pertemuan dengan suami di Venezuela.. Iya, beneran. Saya menikah pada tanggal 15 Juni 2012 yang lalu, dan pertemuan dengan suami saya Edwin Moukarrom terjadi di Caracas, Venezuela akhir tahun 2011 silam pada saat saya magang 2 bulan di sana. Tenemos buenos tiempos juntos de verdad. Muy romantico, jejeje..

Saya hanya mengenalnya lebih dekat kurang lebih 3 minggu di sisa waktu saya di Caracas. Kembali ke tanah air 24 Januari 2012, dan tiba-tiba semua ini terjadi.. Pertemuan dengan keluarga suami di Jakarta pada 4 Febr 2012, seharusnya hanya dengan 1 orang kakaknya untuk sekedar menyampaikan titipan dari Caracas. Tapi lha dalah, saya kaget karena tiba-tiba 9 orang keluarganya sudah menanti.. Dan hari itu juga terjadiah ketok palu untuk memutuskan bahwa kami akan menikah di Juni 2012 ini.

Buset dah.. Persiapan demi persiapan yang sangat mendadak. Kalau dihitung-hitung hanya 4 bulan waktu yang tersisa utk segala persiapan. Tapi rupanya Allah Swt memang sudah berkehendak.. Gedung Convention Hall yang biasanya harus dibooking 6 bulan s.d setahun sebelumnya, kosong pada tanggal 17 Juni 2012. Perias manten Benn Bagoes yang pasti full booked, baru saja kosong utk tanggal 15 Juni (akad) dan 17 Juni (resepsi) karena calon pengantin sebelumnya meng-cancel. Luar biasa, inilah kuasa Allah..

Ada peer lagi untuk pengurusan tetek-bengek persuratan di KUA, karena mewajibkan kedua calon menyertakan dokumen semacam KTP dsb. Dan btw, suami saya sudah tidak punya KTP lagi sejak belasan tahun silam krn kelamaan di Caracas.. haha. Kita bingung banget gimana ngurusnya karena tidak bisa diwakilkan, sementara ybs posisi lagi nun jauh di sana di negeri telenovela. Dan sekali lagi kuasa Allah yang berbicara.. Suami mendapatkan tugas dinas untuk ke Jakarta di bulan Maret 2012. Lumayan banget ituuuu.. Tiket seharga kurang lebih 2ribu dolar gratis untuk ngurus ini itu ke KUA! Ya sekalian lah selain dinas.. hehe..

Alhamdulillah semua berjalan lancar. Suami kembali ke Jakarta 3 Juni 2012, dan akhirnya kami resmi menikah di Surabaya 15 Juni 2012. Kami sekarang hidup bersama di Jakarta. Dan mengingat pertemuan+pedekate yang amat sangat singkat yaitu 3 minggu di Caracas, sekarang baru deh kami berpacaran setelah menikah.. hihi..

Inilah beberapa foto prewed kami yang diambil 5 Juni 2012 lalu (suami saya masih jetlag udah diajakin foto-foto..hehe..). Oh iya, foto ini diambil oleh fotografer sekaligus sahabat saya mbak Pungki Renanthera. And I really love the results! (:

Intinya saya sangat bahagia dengan pernikahan “mendadak” ini.. Kaget juga, nggak nyangka tiba-tiba saya sudah jadi istri orang.. hehe.. Sekian dulu ocehan saya. Mau lanjut nyeruput kopi hangat.. *slurrppp*

Advertisements

Hola, Allah..

August 23, 2012 2 comments

Hola, Allah..
¿Que tal?

Saya lagi, saya lagi.. Makhluk-Mu yang datang dan pergi. Datang saat meminta sesuatu, dan pergi lagi setelah memperoleh sesuatu itu. Maafkan ya, Allah.. Sifat dasar manusia itu memang kental melekat pada manusia ciptaan-Mu yang ini.

Kali ini hamba datang lagi, untuk meminta lagi. Satu hal lagi, yang nanti pun akan bercabang menjadi permintaan yang lain-lainnya lagi..

Bolehkah kami memilikinya, ya Allah?
Bolehkah..?

Engkau Maha Tahu dan Paling Tahu jika memang sudah waktunya kami memperolehnya.

Bismillah.. Ojala.. (:

.

Intan y Edwin

Kita Inginkan vs Kita Butuhkan

November 23, 2010 Leave a comment

Memahami hikmah saat kita tidak mendapatkan apa yang kita “inginkan” sangatlah sulit.

Saat tiba waktunya kita memperoleh yang lebih baik, baru kita sadari & syukuri kenapa kita tidak mendapat yang kita “inginkan” di masa lalu.

Sumber kekecewaan sebenarnya hanyalah perbedaan antara yang kita “inginkan” dengan yang nyata-nyata kita “dapatkan”.

Padahal Allah Maha Tahu, belum tentu yang kita “inginkan” itu baik untuk kita, sehingga kita diberi sesuatu yang lain yang memang kita “butuhkan”.

Andai hati ini selalu bersyukur dan yakin atas apapun yang terjadi sesungguhnya itu baik, maka tidak akan kita sedih atau kecewa dalam hidup ini.

Tapi memang bersyukur itu tidak mudah, kok. Perlu pendalaman, menundukkan diri, dan berhenti membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

Tidak mudah bukan berarti tidak bisa, kan? Semoga kita bisa menjadi seseorang yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun. (:

.

For all the people with “ikhlas” problem in their heart (including me then),

Intan

Memaknai Cinta

September 23, 2010 1 comment

Satu lagu sedang bergema dalam telinga dan pikiran saya. Bahkan, tulisan ini saya buat dengan diiringi lagu tersebut. Sebuah komposisi lama dari Sherina, Jalan Cinta, yang merupakan soundtrack film fenomenal beberapa tahun lalu, Ayat-Ayat Cinta. Secara harmoni, aransemen lagu ini memang luar biasa menurut saya. String yang kental, bernafaskan irama lagu Mesir, membalut lirik dengan makna mendalam pada lagu ini.

Ada sepenggal bait yang menggetarkan–menurut saya:

Ampun yang engkau pinta dalam semua keraguan yang telah meliputi jiwamu
Semoga akan membawa cintamu pada diriku dalam jalan dan ridho-Nya

Begitu agung cinta dilafaskan. Begitu dalam arti yang tersimpan.

Saya, wanita, seorang perempuan, inginkan dengan sangat cinta seperti itu. Cinta yang terasa dalam lingkup suci sebagai berkah. Cinta yang terhembus dalam nadi atas barokah dari Maha Cinta. Karena berlebihan dalam mencintai makhluk juga suatu langkah yang salah. Bukan makhluk yang harus dicintai lebih dahulu, akan tetapi Sang Pencipta; di atas segalanya.

Perjalanan hidup yang saya jalani hingga detik ini masih keliru dalam menempatkan cinta. Cinta kepada seseorang, cinta kepada makhluk, cinta kepada fana. Bukan berarti bahwa saya telah melangkah dengan benar saat ini, bukan. Saya hanya mencoba mencari makna atas apa yang telah terlewatkan.

Amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. -HR Bukhari-

Dan sedikit torehan kata yang saya tulis kali ini, semoga mampu menjadi sebutir amalan yang mampu mendorong saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena sesungguhnya tidak akan dihidupkan manusia di dunia ini, melainkan untuk beribadah kepada-Nya.

Insya Allah.

Regards,

-int-

Berat

June 17, 2010 Leave a comment

Semuanya,

ijinkan saya membuang sampah hati yang sudah menumpuk dan akan terus bertambah entah ia dibuang atau tidak..

Saya begitu sedih, begitu marah, namun marah ini tidak akan mungkin mampu memenangkan sesuatu. Saya sangat gelisah, saya merasa hampa, saya perlu uluran tangan, namun setiap orang yang membantu saya justru akan ikut terpercik dan hangus saat ia menyentuh saya. Tentu saya tidak boleh egois.. Biarkan apa yang membara ini membakar diri tanpa perlu mengorbankan orang lain yang tak bersalah. Setiap sumbangan pemikiran dan bantuan yang ingin mereka tunjukkan kepada saya, cukup membuat hati yang tergerus emosi ini sejuk kembali karena saya tahu betapa besar kasih dan peduli yang mereka pendam untuk saya. Tapi untuk melilitkan tali masalah kendatipun hanya seujung jari tangan mereka, itu yang saya tak ingin.

Berat.

Tak tahan (sesungguhnya) dengan segala apa yang harus saya hadapi beberapa kurun waktu ini. Namun saya bukan selembar tissue yang akan hancur terkena gerimis. Saya lebih dari itu. Saya kuat. Bukankah begitu? Bukankah tak mungkin Yang Kuasa memikulkan pundi-pundi musibah tanpa mengukur bahu yang akan menopangnya?

Allah SWT.. Hamba yakin akan kuasa-Mu.. Segenap duri dalam hidup ini akan Kau ganti dengan indahnya buah yang ranum setelah hamba buktikan bahwa hamba mampu bersabar melewati semuanya..

Terima kasih ya, Allah.. karena tanpa dihadang susah, mata hati ini akan terbungkam oleh suka fana yang berkelimpahan, dan terkhilaf untuk berdoa dalam sujud ke hadirat-Mu..

.

Kuatkan aku, Allah..

-int-

Roda Hidup Sedang Berputar

May 26, 2010 2 comments

Roda hidup sedang berputar

Dan kali ini membuatku percaya bahwa ia memang benar-benar berputar

Segala yang kupaksakan di hari kemarin

Yang telah aku ikhlaskan di kemudian hari

Semua kembali dengan sukarela di hadapanku

Hei, dulu aku pernah mengejar mereka

Aku pernah mencari sejuta cara untuk memperolehnya

Namun memang belum waktunya,

dan tidak ada kehendak Allah di dalamnya

Sehingga sekeras apapun dipertahankan, ia tak akan bisa tercanang di sana

Dan roda hidup sedang berputar

Kini setelah aku pasrahkan segalanya

Datanglah mereka dengan sendirinya

Kuyakini dengan satu tujuan segenapnya:

Agar ku tanamkan rasa syukurku dan pasrahku,

hanya kepada-Nya Maha Penentu Segalanya

.

written between unexpected circle in time

-int-