Archive

Posts Tagged ‘Allah SWT’

7

September 15, 2011 1 comment

Lucky Number Se7en

So what is it with this ‘lucky number se7en’? Just fyi, I achieve this rank number 7 in my current profession course as a treasurer in the Ministry of Foreign Affairs of Republic Indonesia. That means I’m included in the Best 10 of the class, and that also mean that I got a chance to be as an apprentice at one of the Indonesia’s Embassy in the world for two months! *dancing*

For the last year’s class, the same rank assigned to Indonesia’s Embassy in Kuala Lumpur, Malaysia. Well, still don’t know where to go in this year. But if I can wish for one place, hopefully it’s Paris! Aaaaaargghh.. (Aamiin Ya Allah.. hihi..)

But of course, wherever it is, I know it is the best place for me that already arranged by Allah SWT.

Alhamdulillah, ya Allah.. Thanks for all of Your kindness all the time.. (:

.

Regards,

Elvitria Intan Novita

Berat

June 17, 2010 Leave a comment

Semuanya,

ijinkan saya membuang sampah hati yang sudah menumpuk dan akan terus bertambah entah ia dibuang atau tidak..

Saya begitu sedih, begitu marah, namun marah ini tidak akan mungkin mampu memenangkan sesuatu. Saya sangat gelisah, saya merasa hampa, saya perlu uluran tangan, namun setiap orang yang membantu saya justru akan ikut terpercik dan hangus saat ia menyentuh saya. Tentu saya tidak boleh egois.. Biarkan apa yang membara ini membakar diri tanpa perlu mengorbankan orang lain yang tak bersalah. Setiap sumbangan pemikiran dan bantuan yang ingin mereka tunjukkan kepada saya, cukup membuat hati yang tergerus emosi ini sejuk kembali karena saya tahu betapa besar kasih dan peduli yang mereka pendam untuk saya. Tapi untuk melilitkan tali masalah kendatipun hanya seujung jari tangan mereka, itu yang saya tak ingin.

Berat.

Tak tahan (sesungguhnya) dengan segala apa yang harus saya hadapi beberapa kurun waktu ini. Namun saya bukan selembar tissue yang akan hancur terkena gerimis. Saya lebih dari itu. Saya kuat. Bukankah begitu? Bukankah tak mungkin Yang Kuasa memikulkan pundi-pundi musibah tanpa mengukur bahu yang akan menopangnya?

Allah SWT.. Hamba yakin akan kuasa-Mu.. Segenap duri dalam hidup ini akan Kau ganti dengan indahnya buah yang ranum setelah hamba buktikan bahwa hamba mampu bersabar melewati semuanya..

Terima kasih ya, Allah.. karena tanpa dihadang susah, mata hati ini akan terbungkam oleh suka fana yang berkelimpahan, dan terkhilaf untuk berdoa dalam sujud ke hadirat-Mu..

.

Kuatkan aku, Allah..

-int-

Tidak Bersyukur

April 29, 2010 4 comments

Dan rasa-tidak-bersyukur itu datang lagi.

Tidak bersyukur karena aku merasa aku diperlakukan tidak adil. Tidak bersyukur karena aku merasa diperlakukan berbeda. Tidak bersyukur karena aku berada dalam lingkar batas yang tidak jelas, antara ada dan tiada.

ADA: karena aku memegang peranan penting bagi orang-orang di sekitarku dan secara nyata aku memang ada.

TIADA: karena aku dibedakan dengan teman sebayaku. Sendiri memikul beban yang mereka tidak tahu seberat apa, dan tidak akan pernah tahu seberat apa.

Aku penting. Aku penting. Aku penting. Tapi mengapa tidak ada yang peduli dengan hal-hal yang penting bagiku?

Hanya satu kupinta saat ini, aku bisa bertahan hingga aku berhasil membawa diriku ke tempat yang jauh lebih baik, jauh lebih mengerti, jauh lebih peduli, bukan hanya sebatas sederet angka yang tertera di slip gaji.

Aku bukan mengeluh, tapi aku hanya tidak bersyukur. Karena mengeluh adalah suatu yang dilakukan karena ada ketidakpuasan di sana. Aku bukan tidak puas. Aku sedih. Namun tak tahu haruskah bersedih atau tidak. Karena itu aku menyebutnya tidak bersyukur. Apabila mengeluh adalah -1 di dalam angka, dan syukur adalah +1, maka tidak bersyukurku adalah 0 yaitu kosong.

Dan aku pun tetap berusaha menjaga hati yang tidak bersyukur ini agar bersyukur, dan jauh aku menghindarkan diri dari mengeluh.

Allah SWT, Penguasa Semesta Alam, maafkan hamba yang tidak bersyukur, namun aku tak ingin kufur, Ya Rabb. Kuatkanlah hamba-Mu ini. Amin.

.

(catatan kecil di tengah gejolak hati saat berada di antara ingin pergi namun tak bisa berlari)