Archive

Archive for the ‘Just Me’ Category

Ketika Kebodohan

May 11, 2016 Leave a comment

image

Ketika kebodohan mengalahkan kewarasan. Terkadang justru diperlukan untuk memberikan pelajaran.

Inilah hidup, tidak ada materi yang diberikan sebelum menjalani ujian. Pikirkan, putuskan, lakukan, rasakan, ambil semua hikmah yang disediakan oleh kehidupan.

Sesulit apapun, setinggi apapun tepi jurang dimana kita tergelincir dan terjatuh, sedalam itu pula guratan ilmu baru yang kita reguk. Tidak ada jaminan semua yang indah adalah berkah. Tidak selalu semua yang pahit adalah kutukan.

Ketika kebodohan memang harus dilakukan, agar di kemudian hari tidak menjadi lubang serupa yang kembali menjatuhkan.

-int-

Categories: Just Me Tags: ,

CTM (Catatan Tengah Malam)

September 13, 2013 2 comments

Sekitar jam 01.30 dini hari dan saya masih terjaga. Bukan tanpa sebab lho.. tapi karena putri kecil saya Alma Hermosa Moukarrom yang berusia 2,5 bulan ngajakin begadang emaknya dan malahan ngajak main ketawa-ketiwi jam segini hehe..

Jadi ceritanya saya sudah sangat lama absen dari dunia perbloggeran ini sejak Mi Alma lahir. Maklum ibu baru dan anak pertama dan nggak pake baby sitter dan jauh dari mama dan nggak punya mertua (lengkap!). Alhasil sejak lahiran semuanya dikerjakan sendiri. Eh nggak sendiri, ding..*lirik suami yang lagi tidur pules di sebelah 😀

Hmm.. sebenernya masi pengen cerita banyak tentang banyak hal.. tapi nih baby saya udah mulai merengek.. minta nenen sepertinya hehe..

Ok see ya! 😀

image

Categories: Just Me

Confined Space

April 26, 2013 1 comment

Confined Space

Istilah confined space alias ruang sempit ini saya dengar ketika saya masih bekerja di perusahaan sebelumnya yang bergerak di bidang pertambangan migas. Tapi kali ini bukan tentang ruangan secara fisik yang mau saya bahas.. tapi tentang kehidupan.

Hahhh.. lagi pelik banget nih rasanya hidup. Sempit. Susah gerak. Yah memang roda hidup berputar.. dan kali ini lagi agak-agak di bawah nih sepertinya. Tapi di balik itu semua tersimpan satu kejutan kecil yang menanti saya dan suami. Di balik semua tumpukan masalah demi masalah yang terjadi dalam hidup, sang calon buah hati sudah sibuk dengan tendangan dan sikutannya dan bahkan sudah standby dalam posisinya yang akan segera lahir ke dunia beberapa minggu lagi.

Ya beginilah hidup.. harus seimbang berbagai aspeknya. Biarpun sempit di satu aspek, tapi luas di aspek lainnya. Hidup saya sedang terasa sesak, tapi rejeki terbesar dalam hidup sedang menanti kami. Alhamdulillah ya Allah.. Semoga kami menjadi umat-Mu yang senantiasa bersyukur dalam kesenangan maupun kesusahan.

.

Regards,

Intan

Repost: Ingin Jadi Istri yang Baik? Berikut Tipnya

October 1, 2012 2 comments
.

SETIAP istri ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya. Sayangnya, mereka kurang menyadari hal-hal yang kerap memicu hubungan kurang hangat di antara keduanya.

Tapi para istri tak perlu hawatir. Mungkin beberapa tip berikut dapat membantu Anda menjadi istri yang baik:

– Jangan perlakukan suami seperti anak TK.
Anda tak perlu meluruskan kerah atau kemejanya. Cukup memberikannya saputangan dan mengajukan pertanyaan: Sayang, apakah kamu bawa kunci, uang, dan ponsel?

– Jangan mengontrolnya.
Jangan pernah memaksa dia untuk memberi tahu siapa dan tentang apa yang dibicarakannya di telepon. Sebaliknya bersikaplah dengan bijak saat ia menceritakan banyak hal pada Anda.

Hilangkan pula kalimat seperti: “Telepon aku bila kau datang”, “Aku akan khawatir”, “Jangan minum kopi saat perut kosong”, atau “Jangan tinggal terlalu lama”. Kalimat-kalimat itu justru tak membuat hubungan suami istri bergairah.

– Tak menyudutkannya.
Bila ada rencana, berikan kesempatan padanya untuk bermanuver.

– Membantunya.
Jangan biarkan ia bertanggungjawab sendirian untuk setiap persoalan. Anda harus menumbuhkan pikiran bahwa masalahnya juga masalah Anda, itu artinya masalah bersama.

– Tidak mengulangi pertanyaan.
Anda tak perlu menanyakan hal yang sama lebih dari dua kali. Bila Anda melakukannya, secara otomatis, ia akan mengabaikan pertanyaan Anda.

Source: here

Categories: Just Me

La Envidia

September 21, 2012 Leave a comment

¿Que es la envidia?

.

“La envidia” in spanish, or else you can say envy, jealous, etc. This is not the first time I felt this. But just like always, I would found out the reason why not to–but in the very end of time–which I hope would come earlier so I don’t have to felt that way.

La envidia es una forma de demostrar admiracion por otro.

(Envy is a way to show admiration for another)

See, maybe actually I admire this person, but in the other form that a little disturbs me. I won’t say more about this matters. But this post usually become my outer space to release whatever I hold inside myself.

Dear Allah, please reinforced me.. Pull me back from the other-ugly-version of myself that I don’t wanna become to..

The Bride & The Groom

September 14, 2012 2 comments

Cuma menyambung postingan Secangkir Kopi kemaren, ada satu foto di resepsi pernikahan kami yang mau saya tunjukkan ke teman-teman sekalian.. hehe.. *narsis kumat*

Categories: Just Me Tags: , , ,

Secangkir Kopi

September 3, 2012 2 comments

Selamat pagi..
Hari ini saya sampai di kantor agak sedikit lebih pagi. Suatu kebanggaan (walaupun hanya lebih pagi 30 menit dari biasanya..LOL) bagi saya yang udah dicap si bos suka dateng siang x). Menikmati secangkir kopi meski enggak modal–alias minta temen–rasanya sedap banget. Dan dengan kenikmatan adanya waktu luang tentunya, karena kemaren seharian kerjaan sudah saya babat habis-bis.

Sambil nyeruput kopi hangat, memikirkan kembali hidup yang sedang saya jalani. Saya sudah menikah lho, btw. Jadi inget punya utang cerita kronologi pertemuan dengan suami di Venezuela.. Iya, beneran. Saya menikah pada tanggal 15 Juni 2012 yang lalu, dan pertemuan dengan suami saya Edwin Moukarrom terjadi di Caracas, Venezuela akhir tahun 2011 silam pada saat saya magang 2 bulan di sana. Tenemos buenos tiempos juntos de verdad. Muy romantico, jejeje..

Saya hanya mengenalnya lebih dekat kurang lebih 3 minggu di sisa waktu saya di Caracas. Kembali ke tanah air 24 Januari 2012, dan tiba-tiba semua ini terjadi.. Pertemuan dengan keluarga suami di Jakarta pada 4 Febr 2012, seharusnya hanya dengan 1 orang kakaknya untuk sekedar menyampaikan titipan dari Caracas. Tapi lha dalah, saya kaget karena tiba-tiba 9 orang keluarganya sudah menanti.. Dan hari itu juga terjadiah ketok palu untuk memutuskan bahwa kami akan menikah di Juni 2012 ini.

Buset dah.. Persiapan demi persiapan yang sangat mendadak. Kalau dihitung-hitung hanya 4 bulan waktu yang tersisa utk segala persiapan. Tapi rupanya Allah Swt memang sudah berkehendak.. Gedung Convention Hall yang biasanya harus dibooking 6 bulan s.d setahun sebelumnya, kosong pada tanggal 17 Juni 2012. Perias manten Benn Bagoes yang pasti full booked, baru saja kosong utk tanggal 15 Juni (akad) dan 17 Juni (resepsi) karena calon pengantin sebelumnya meng-cancel. Luar biasa, inilah kuasa Allah..

Ada peer lagi untuk pengurusan tetek-bengek persuratan di KUA, karena mewajibkan kedua calon menyertakan dokumen semacam KTP dsb. Dan btw, suami saya sudah tidak punya KTP lagi sejak belasan tahun silam krn kelamaan di Caracas.. haha. Kita bingung banget gimana ngurusnya karena tidak bisa diwakilkan, sementara ybs posisi lagi nun jauh di sana di negeri telenovela. Dan sekali lagi kuasa Allah yang berbicara.. Suami mendapatkan tugas dinas untuk ke Jakarta di bulan Maret 2012. Lumayan banget ituuuu.. Tiket seharga kurang lebih 2ribu dolar gratis untuk ngurus ini itu ke KUA! Ya sekalian lah selain dinas.. hehe..

Alhamdulillah semua berjalan lancar. Suami kembali ke Jakarta 3 Juni 2012, dan akhirnya kami resmi menikah di Surabaya 15 Juni 2012. Kami sekarang hidup bersama di Jakarta. Dan mengingat pertemuan+pedekate yang amat sangat singkat yaitu 3 minggu di Caracas, sekarang baru deh kami berpacaran setelah menikah.. hihi..

Inilah beberapa foto prewed kami yang diambil 5 Juni 2012 lalu (suami saya masih jetlag udah diajakin foto-foto..hehe..). Oh iya, foto ini diambil oleh fotografer sekaligus sahabat saya mbak Pungki Renanthera. And I really love the results! (:

Intinya saya sangat bahagia dengan pernikahan “mendadak” ini.. Kaget juga, nggak nyangka tiba-tiba saya sudah jadi istri orang.. hehe.. Sekian dulu ocehan saya. Mau lanjut nyeruput kopi hangat.. *slurrppp*