Home > Just Me > Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Selamat pagi..
Hari ini saya sampai di kantor agak sedikit lebih pagi. Suatu kebanggaan (walaupun hanya lebih pagi 30 menit dari biasanya..LOL) bagi saya yang udah dicap si bos suka dateng siang x). Menikmati secangkir kopi meski enggak modal–alias minta temen–rasanya sedap banget. Dan dengan kenikmatan adanya waktu luang tentunya, karena kemaren seharian kerjaan sudah saya babat habis-bis.

Sambil nyeruput kopi hangat, memikirkan kembali hidup yang sedang saya jalani. Saya sudah menikah lho, btw. Jadi inget punya utang cerita kronologi pertemuan dengan suami di Venezuela.. Iya, beneran. Saya menikah pada tanggal 15 Juni 2012 yang lalu, dan pertemuan dengan suami saya Edwin Moukarrom terjadi di Caracas, Venezuela akhir tahun 2011 silam pada saat saya magang 2 bulan di sana. Tenemos buenos tiempos juntos de verdad. Muy romantico, jejeje..

Saya hanya mengenalnya lebih dekat kurang lebih 3 minggu di sisa waktu saya di Caracas. Kembali ke tanah air 24 Januari 2012, dan tiba-tiba semua ini terjadi.. Pertemuan dengan keluarga suami di Jakarta pada 4 Febr 2012, seharusnya hanya dengan 1 orang kakaknya untuk sekedar menyampaikan titipan dari Caracas. Tapi lha dalah, saya kaget karena tiba-tiba 9 orang keluarganya sudah menanti.. Dan hari itu juga terjadiah ketok palu untuk memutuskan bahwa kami akan menikah di Juni 2012 ini.

Buset dah.. Persiapan demi persiapan yang sangat mendadak. Kalau dihitung-hitung hanya 4 bulan waktu yang tersisa utk segala persiapan. Tapi rupanya Allah Swt memang sudah berkehendak.. Gedung Convention Hall yang biasanya harus dibooking 6 bulan s.d setahun sebelumnya, kosong pada tanggal 17 Juni 2012. Perias manten Benn Bagoes yang pasti full booked, baru saja kosong utk tanggal 15 Juni (akad) dan 17 Juni (resepsi) karena calon pengantin sebelumnya meng-cancel. Luar biasa, inilah kuasa Allah..

Ada peer lagi untuk pengurusan tetek-bengek persuratan di KUA, karena mewajibkan kedua calon menyertakan dokumen semacam KTP dsb. Dan btw, suami saya sudah tidak punya KTP lagi sejak belasan tahun silam krn kelamaan di Caracas.. haha. Kita bingung banget gimana ngurusnya karena tidak bisa diwakilkan, sementara ybs posisi lagi nun jauh di sana di negeri telenovela. Dan sekali lagi kuasa Allah yang berbicara.. Suami mendapatkan tugas dinas untuk ke Jakarta di bulan Maret 2012. Lumayan banget ituuuu.. Tiket seharga kurang lebih 2ribu dolar gratis untuk ngurus ini itu ke KUA! Ya sekalian lah selain dinas.. hehe..

Alhamdulillah semua berjalan lancar. Suami kembali ke Jakarta 3 Juni 2012, dan akhirnya kami resmi menikah di Surabaya 15 Juni 2012. Kami sekarang hidup bersama di Jakarta. Dan mengingat pertemuan+pedekate yang amat sangat singkat yaitu 3 minggu di Caracas, sekarang baru deh kami berpacaran setelah menikah.. hihi..

Inilah beberapa foto prewed kami yang diambil 5 Juni 2012 lalu (suami saya masih jetlag udah diajakin foto-foto..hehe..). Oh iya, foto ini diambil oleh fotografer sekaligus sahabat saya mbak Pungki Renanthera. And I really love the results! (:

Intinya saya sangat bahagia dengan pernikahan “mendadak” ini.. Kaget juga, nggak nyangka tiba-tiba saya sudah jadi istri orang.. hehe.. Sekian dulu ocehan saya. Mau lanjut nyeruput kopi hangat.. *slurrppp*

  1. September 11, 2012 at 5:29 am

    wah selamat berbahagia yah mbak….selamat menempuh hidup baru

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: