Home > Just Me > “Stay away from me, please.. Thanks.”

“Stay away from me, please.. Thanks.”

Okay Mr. S, you’re starting to freaking me out.

Pernah nggak sih merasa risih dengan seseorang yang baru kenal tapi amat sangat SOK DEKAT? Kalo si ‘dia’ sok dekat dengan style yang okay atau berkelas dengan tujuan pedekate mungkin masih bisa dimaafkan deh ya..(maksud?? Hehe..) Tapi kalo dia sok dekat dengan cara berkali-kali kirim mesej, trus mengomentari foto-foto FB kita, pasti ngeganggu banget kan??

Ini yang sedang saya rasa dan saya alami. Si “Mr. S” (begitu saya panggil dia karena nama belakang dia berinisial S) ini baru saya confirm as friend karena berdasarkan proses filter dari mutual friend, saya tanya2 tentang sekuritas untuk mengkonfirmasi dia sbg teman, dan mutual friend saya yang rata-rata adalah teman dekat saya, berhasil meyakinkan saya bahwa dia “aman”. Tentu saya nggak pikir panjang juga.. Toh, apa salahnya mengconfirm seseorang untuk alasan memperbanyak teman dan memperluas jaringan. Saya juga orang yang positive thinking aja, nggak terlalu mikir dampak buruk atas sesuatu—apapun yang udah saya putuskan.

Tapi untuk kasus kali ini, semua pendapat saya ini akhirnya patah juga.. Mr. S ternyata cukup annoying juga bagi saya. Sekitar 5 menit yang lalu, dia mengirim mesej di FB saya seperti ini, “salam knal ya mbakkk…”. Dalam hati saya berceletuk, okay deh cukup sopan kok orangnya. Sebelum saya sempet bales, mata saya tertuju ke balon merah berisi notification FB. Ada 11 notif baru. Tentu saya penasaran notif apa kali ini. Sambil mengira-ngira bahwa itu komen foto bersama teman-teman di event malem minggu kemarin, ternyata isinya di luar harapan. Dari 11 notif, 7 diantaranya adalah Mr. S yang komen ke foto saya.

7 dari 11 notif adalah sesuatu yang cukup mengganggu

Tentu saya  langsung klik satu per satu notif ‘pengganggu’ tersebut untuk kroscek komen apakah yang dia tulis di sana. Dan bener aja, komen yang tertulis adalah jenis komen yang menurut saya baru pantas ditulis kalo aja dia itu temen yang paling nggak kenal dekat dengan saya.

Entah ini adalah saya yang terlalu sok eksklusif sehingga terganggu, atau memang dia yang kurang bisa menahan diri untuk tidak melampaui Zona Nyaman apabila dia menyadari bahwa saya benar-benar baru mengenal dia dalam hitungan hari—dan itu pun saya belum bisa melegalkan dia sebagai teman karena FB ini adalah dunia maya dan bukan nyata bagi saya. Mungkin juga saya yang salah karena sembarangan mengconfirm orang yang saya tidak kenal, meskipun sebenarnya baru kali ini juga mengalami ‘distraksi’ seperti ini.

Hufff.. Ya sudahlah kalo begitu. Mungkin hikmah utama yang dapat saya ambil adalah:

Jangan sembarangan mengconfirm orang yang tidak kita ketahui dengan baik sebagai teman kita di Facebook.

Semoga bermanfaat buat semua ya.. And hopefully Mr. S will not annoy me again, ever.

Best regards,

-el-

  1. November 4, 2010 at 9:06 am

    pernah juga ada orang gitu di fb saya… kalo dah mengganggu banget biasanya langsung saya blokir mbak.. hehe..😀
    btw lam kenal..🙂

    • November 5, 2010 at 1:11 am

      memang wajib diblokir deh orang macam begitu.. tanpa kompromi! hehe..
      salam kenal jg yaa..🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: