Archive

Archive for February, 2010

Renee Olstead (feat. Chris Botti) – Someone To Watch Over Me

February 24, 2010 Leave a comment

Renee Olstead (feat. Chris Botti) – Someone To Watch Over Me

There’s a somebody I’m longin’ to see
I hope that he, turns out to be
Someone who’ll watch over me

I’m a little lamb who’s lost in the wood
I know I could, always be good
To one who’ll watch over me

He may not be the man some
Girls think of as handsome
To my heart he carries the key

Won’t you tell him please to put on some speed
Follow my lead, oh, how I need
Someone to watch over me

[bridge]

Won’t you tell him please to put on some speed
Follow my lead, oh, how I need
Someone to watch over me

Someone to watch over me
Someone to watch over me

Advertisements

Kerjaan Baru

February 23, 2010 Leave a comment

Sebenarnya saya sedang tidak berniat untuk menulis sesuatu disini. Bukan karena tidak ingin, tapi pekerjaan menanti..

Wew, di saat saya mulai menyentuh titik jenuh dalam pekerjaan saya, saya menemukan sesuatu yang membangkitkan semangat kembali. Yapp,,another challenging tasks to do.

Thanks for Pak Achmad Dja’far Maintenance Planner & Pak Agus Islandy utk assignment Labor Reporting Maximo dalam format baru. Asik asik..

Kerjaan baru yang menyenangkan.

P.S. Sori karena tulisan kali ini tidak jelas adanya..hehe..

Cheers

el

Categories: Just Me Tags: , ,

Happiness. Kebahagiaan.

February 21, 2010 4 comments

Beberapa waktu lalu saya sempat update status FB (another ‘nyampah’ time..hehe..) yang berupa pertanyaan seperti ini:

“How do you define happiness?”

Dan nggak nyangka itu mengundang beberapa teman saya untuk berkomentar, terutama kang Agus Fariansyah. Dia menjawab dgn begitu panjaaaang dan lamaaaa.. Coba kita baca komen dia ini:

“Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri.ikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Tuhan pun akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.”

Waaw..dalam hati saya terkagum-kagum dengan beberapa kalimat dia tersebut. Sedikit banyak kalimat ini mematahkan paradigma saya dalam memandang hidup yang saya jalani. Sebenarnya saya sempat mengalami satu fase dalam hidup yang begitu naif, bahwa kebahagiaan saya baru akan terasa apabila saya memiliki seseorang untuk dicintai, seseorang yang juga mencintai saya, atau lebih spesifik lagi adalah pasangan hidup, atau lebih singkat dan putus asa dari semua definisi itu adalah PACAR.

Harap maklum, fyi sejak menjelang lulus SMA sampai dengan akhir tahun lalu ketika saya sudah menyandang predikat “wanita bekerja”, belum pernah saya mengalami saat-saat kosong alias jomblo yang terlalu lama. Mirip kutu loncat yang selalu berpindah dari satu inang ke inang lain untuk bertahan hidup, mungkin itu pula yang terjadi dengan diri saya yang berpindah dari satu hati ke hati lain dalam waktu yang relatif tidak berjarak demi ‘bertahan hidup’. Singkatnya, hidup saya baru bisa dikatakan bahagia apabila saya tidak sendiri.

Benar saja, selepas dari kekasih saya yang terakhir, saya berasa limbung, oleng, bagai perahu kayu ringkih yang terbawa arus kesana kemari tanpa tahu arah dengan pasti, tanpa memiliki kendali atas dayung yang jelas-jelas ada di genggaman tangan saya. Dan itulah satu dosa yang baru saya sadari saat ini. Semestinya tidak seperti itu.. Saya harus bertanggung jawab terhadap kebahagiaan diri saya sendiri..

Berlanjut dari status FB, teman saya lainnya yaitu Qie Rizki Amaliyah ikut mengirim pesan di Inbox merespon pertanyaan saya. Dan inilah pesannya:

“Brhubungan dgn statusmu yg ttg find the happines,,ada notes temenku yg bagus nihh,,you must read this,,

‘Darimana kebahagian itu sebenarnya ?
John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya.. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.
Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan ? Kalau satu arah mah namanya khotbah.)
Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?” Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab,
“Tidak.”
Seluruh ruangan langsung terkejut.
“Tidak,” katanya sekali lagi, “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.”
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. (Kebayang ga malunya Maxwell saat itu.) Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Malu ui!
Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..”
Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”
“Karena,” jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.” Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa
membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar. Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu. Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak .”

Semakin jelas bagi saya bahwa kebahagiaan sesungguhnya berasal dari dalam ke luar, bukan kita dapatkan dari luar untuk dalam diri kita.

Guys, thanks ya for sharing me this.. Aku benar-benar menghargai itu semua sebagai satu oasis dalam keringnya hati saya beberapa waktu terakhir. Tak lupa juga bff Dya Kholidiyah, member “Mbolang” yang juga turut berjasa mengenalkan saya kepada kang Agus Fariansyah dan saudari Qie Rizki Amaliyah dalam satu episode ‘Escape to Batu’ beberapa waktu lalu.. Kapan nih episode 2 kita?? Hehe.. 🙂

Okay then. Now it seems so clear to me: Happiness comes from the heart. And only we can decide that, whether we choose to be happy or not.

Cheers,
elvitria

Ketika Karma Tiba

February 20, 2010 Leave a comment

Dan inilah saya. Menyangka dan merasa karma itu tiba. Sepotong demi sepotong hari yang terjalani dan tertenun menjadi satu lembar eksposisi di dalam narasi hidup. Cermin yang hanya mampu memantulkan refleksi situasi diri, namun tiada daya untuk merubah apa yang terlanjur terjadi.

Apa yang saya miliki, apa yang saya jalani, tempat yang saya pijaki, saya mampu berdiri tegak disini. Mandiri. Satu kata ini yang coba saya selami di titik ini. Namun ketika tiba saatnya harus beradu dengan hati, saya sadari ini adalah satu titik lemah bagaikan tombol pemutus aliran listrik yang akan memadamkan cahaya lampu ketika ia ditekan.

Dan ada apa dengan karma?

Saya percaya dunia ini penuh dengan keseimbangan. Keadilan. Benih yang kita sebar, itu pula lah yang akan kita semai.

Wahai hati yang pernah atau mungkin masih tersakiti, ijinkan saya datang untuk bersimpuh memohon ketulusan maaf darimu. Saya begitu kerdil mengira bahwa hati mudah mencintai dan mudah untuk pergi. Namun pada kenyataannya, tanaman yang tercabut hingga ke akarnya akan meninggalkan bekas di tanah. Luka goresan di tangan akan meninggalkan suatu tanda di permukaan kulit. Dan hati yang mampu merasa sejuta rasa, tidak akan mungkin ia terluka tanpa meninggalkan suatu pedih disana.

Dan saya berusaha agar saya tidak terkena karma. Meskipun karma terbesar adalah ketentuan Dia Yang Maha Adil, namun saya percaya ini harus saya lakukan. Hanya beberapa kata tidak berarti yang hampir nihil kemungkinannya untuk tersampaikan kepada seseorang yang dituju, namun ia meringankan hati untuk melepaskan suatu beban yang selama ini menggantung di sudut pikiran.

Astrology = Apa Iya Boleh Dipercaya?

February 18, 2010 Leave a comment

Iseng2 saya buka website Cosmopolitan Indonesia, langsung buka bagian Astrology (maklum yaa..ud umur segini—bisa dibilang dewasa—masih juga percaya ama ramalan bintang.. Gpp kaleeee.. 🙂 Hehe..)

And this is the result:

SAGITARIUS

sagitarius

Ambil langkah positif mengejar mimpi Anda. Karier&Keuangan: Buat keputusan yang pasti menguntungkan. Fashion&Beauty: Curi waktu sejenak untuk melakukan perawatan tradisional di spa. Cinta: Kisah Anda bagaikan dongeng.

Percintaan Sagitarius
Persahabatan Sagitarius
Cinta
Keuangan
Mood
Penampilan

Humm..nasib saya gk jelek2 amat kali ini.. Bintang 4 dan 5 lhoh..hehe.. Tapi sebenernya apa iya ramalan bintang itu bisa dipercaya?

Saya coba browsing & menemukan ini:

Meyakini bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap kejadian di alam ini hukumnya haram. Kejadian seperti ini bukan muncul belakangan behkan merupakan keyakinan kuno, keyakinan kaum Namrud, raja yang kafir zalim, yang kepada mereka Nabiullah Ibrahim ‘alaihissalam diutus. Mereka dinamakan kaum Shabi`ah, para penyembah bintang-bintang. Mereka membangun haikal dan rumah-rumah ibadah untuk menyembah bintang-bintang tersebut. Mengakar dalam keyakinan mereka bahwa bintang-bintang mengatur perkara di alam ini. Wallahul musta’an (Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang dimintai pertolongan-Nya), keyakinan syirik tersebut telah diwarisi oleh umat yang datang setelah mereka. (I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah, 2/19)

Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan bintang-bintang bukan untuk dijadikan tandingan-Nya sebagai pengatur alam semesta ini, atau sekadar memberi pengaruh terhadap kejadian di muka bumi. Sungguh, bintang-bintang tidak ada hubungannya dengan nasib dan keberuntungan seseorang.

(blog Al Ustadzah Ummu Ishaq Al Atsariyyah [click here])

Waw waw waw..rupanya haram percaya ama yang beginian.. Tapi sampe sekarang masih banyak juga yg percaya—termasuk saya 🙂

Tapi kalo udah tau begini ya mestinya jangan percaya lagi ya.. Klo gitu, saya gk percaya lagi deh..yg saya percaya adalah tiap hari nasib saya akan BAIK selama saya selalu mengusahakan yang TERBAIK.. Amin.

Cheers,

🙂

“I know now you’re my only hope..”

February 18, 2010 Leave a comment

MANDY MOORE – ONLY HOPE

There’s a song that’s inside of my soul
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold
But You sing to me over and over and over again

So I lay my head back down
And I lift my hands
and pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now you’re my only hope

Sing to me the song of the stars
Of Your galaxy dancing and laughing
and laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that You have for me over again

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I know now you’re my only hope

I give You my destiny
I’m giving You all of me
I want Your symphony
Singing in all that I am
At the top of my lungs I’m giving it back

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I pray to be only yours
I know now you’re my only hope

Great. That was stupid.

February 17, 2010 Leave a comment

I shouldn’t do that!

Great. That was stupid.

Categories: Just Me Tags: