Keyakinan
Tidak mudah untuk memiliki keyakinan akan sesuatu apabila seseorang tidak benar2 mempercayai bahwa hal tersebut memang tepat untuk diyakini. Keyakinan adalah keteguhan untuk berpegang pada sesuatu yang ia percaya akan membawa kebaikan pada dirinya. Entah baik dalam arti apapun, bagaimanapun, dan kapanpun. Definisi ‘baik’ akan sangat berbeda bagi satu individu dengan individu lainnya, dan sarat akan nilai yang tidak akan pernah bisa ditetapkan suatu nilai mutlak yang melekat pada dirinya.
Keyakinan dapat ditempatkan dalam ranah apapun di dunia ini. Dalam segala aspek kehidupan, berbagai bentuk dan penjabaran nilai dapat mewakilinya. Agama, kepercayaan, optimisme, berpikir positif, rasa cinta, kesetiaan, begitu banyak sisi hidup kita yang disentuhnya. Kadang kala kita tidak menyadari bahwa keyakinan itu adalah pondasi dari segala gerak langkah kita dalam menjalani hari. Untuk apa kita bersusah payah bangun untuk menunaikan ibadah solat Subuh apabila kita tidak meyakini bahwa itu wajib untuk dilakukan? Untuk apa kita pantang menyerah dalam mengusahakan sesuatu apabila kita tidak memiliki keyakinan bahwa usaha kita akan berhasil? Untuk apa kita bersikeras mempertahankan suatu hubungan percintaan yang sedang dilanda permasalahan yang menghadang?
Semua jawaban atas pertanyaan itu ada dalam diri kita. Keyakinan, keyakinan, dan keyakinan. Tidak ada alasan bagi seorang ibu untuk memarahi kesalahan anaknya apabila ia tidak meyakini bahwa itu demi kebaikan. Tidak ada alasan bagi seorang dokter untuk berhenti mengobati pasiennya yang diambang hidup dan mati apabila ia tidak meyakini bahwa itu adalah kewajibannya untuk menolong sampai titik darah penghabisan. Dan tidak mungkin ribuan pahlawan kita yang wafat di medan perang merelakan nyawanya melayang apabila mereka tidak meyakini bahwa kemerdekaan di atas segalanya, bahkan di atas hidupnya sendiri.
Dan saya pun sudah mengetik terlalu banyak kata-kata untuk menguatkan diri, membangun kepercayaan dalam hati, bahwa saya pun harus bisa memiliki keyakinan itu. Sebenarnya, saya termasuk orang yang tidak teguh dalam pendirian, mudah sekali mengubah keputusan berdasarkan hal-hal yang belum saya pertimbangkan masak-masak. Telah terjadi sekian lama, dan belum juga berubah menjadi lebih baik. Dan sekarang sudah saatnya saya buang jauh-jauh predikat “plin-plan” itu. Tidak ada untungnya bagi saya. Bahkan saya rugi.. rugi waktu, rugi tenaga, rugi pikiran dan perasaan.
Tidak. Saya sudah harus berubah. Sudah saatnya. Dan inilah saatnya ia datang.
Keyakinan.
.
Regards,
Elvitria

