Kita Inginkan vs Kita Butuhkan
Memahami hikmah saat kita tidak mendapatkan apa yang kita “inginkan” sangatlah sulit.
Saat tiba waktunya kita memperoleh yang lebih baik, baru kita sadari & syukuri kenapa kita tidak mendapat yang kita “inginkan” di masa lalu.
Sumber kekecewaan sebenarnya hanyalah perbedaan antara yang kita “inginkan” dengan yang nyata-nyata kita “dapatkan”.
Padahal Allah Maha Tahu, belum tentu yang kita “inginkan” itu baik untuk kita, sehingga kita diberi sesuatu yang lain yang memang kita “butuhkan”.
Andai hati ini selalu bersyukur dan yakin atas apapun yang terjadi sesungguhnya itu baik, maka tidak akan kita sedih atau kecewa dalam hidup ini.
Tapi memang bersyukur itu tidak mudah, kok. Perlu pendalaman, menundukkan diri, dan berhenti membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
Tidak mudah bukan berarti tidak bisa, kan? Semoga kita bisa menjadi seseorang yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun. (:
.
For all the people with “ikhlas” problem in their heart (including me then),
Intan

